Langsung ke konten utama

BUGAR DENGAN MENGKONSUMSI JAMU TANPA RASA KHAWATIR

 

Trend kembali ke alam atau “back to nature” kian diminati belakangan. Salah satu hal yang menjadi trending khususnya di dunia kesehatan adalah penggunaan obat tradisional yang diyakini minim efek samping dibandingkan dengan mengkonsumsi obat-obatan kimia.

Dalam pandangan masyarakat umum, seringkali obat tradisional yang dianggap manjur adalah yang memiliki efek terapi instan dengan dibarengi harapan efek samping minimal. Hal ini menjadi selling point bagi produsen sehingga menambahkan bahan kimia obat (BKO) ke dalam obat tradisional untuk memberikan efek penyembuhan lebih cepat dibandingkan Obat Tradisional pada umumnya. Penambahan BKO ke dalam Obat Tradisional dapat disebabkan oleh ketidaktahuan produsen atau karena sengaja memanfaatkan permintaan pasar untuk memperoleh keuntungan berlipat-lipat. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, obat tradisional dilarang menggunakan: Bahan kimia hasil isolasi atau sintetik berkhasiat obat; Narkotika atau psikotropika; Hewan atau tumbuhan yang dilindungi.

Apa bahayanya jika ke dalam obat tradisional ditambahkan BKO? Beberapa bahan kimia obat dapat membahayakan konsumen yang memiliki penyakit tertentu, di samping terdapat kemungkinan kontraindikasi antara bahan-bahan yang terkandung dalam obat tradisional itu sendiri. Selain itu, penambahan BKO umumnya tanpa dosis yang terukur dan memperhatikan kaidah Kesehatan. Pemakaian secara terus menerus dapat membahayakan kesehatan konsumen.

Beberapa BKO yang sering ditambahkan ke dalam Obat Tradisional antara lain : Deksametason dapat menyebabkan glukokortikoid dan osteoporosis, Klorfeniramin Maleat (CTM) dengan efek samping : sedasi, gangguan saluran cerna, nyeri kepala, reaksi alergi dan kelainan darah, Sildenafil Sitrat  dapat menyebabkan sakit kepala, nyeri perut, gangguan penglihatan, hingga kematian, Asam Mefenamat dapat menyebabkan diare, ruam kulit,dan kejang, serta dikontraindikasikan bagi penderita tukak lambung, asma, dan ginjal, Parasetamol dalam penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan gangguan kerusakan hati.

Perlu diwaspadai jika anda menemukan Obat Tradisional dengan klaim dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit atau dapat menyembuhkan penyakit dengan cepat. Apabila mengkonsumsi jamu agar selalu memperhatikan nomor pendaftaran, aturan pakai, perhatian / peringatan yang tercantum pada etiket / label produk.

Mari menjadi konsumen yang bijak memilih produk obat dan makanan yang aman bagi Kesehatan. Bijak menyikapi pilihan “Back to Nature” tanpa mengharapkan hasil yang instan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Kupas Tuntas Standar Pelayanan Publik BBPOM di Denpasar”

Pencapaian Balai Besar POM di Denpasar sebagai Unit Pelayanan Publik dengan Predikat Pelayanan Prima tentunya tidak mudah, pasti melewati beberapa perjalanan panjang, kinerja, kreatifitas dan tentunya inovasi yang menjangkau dan menjawab kebutuhan pelanggan atau masyarakat. Pelayanan sepenuh hati dengan motto 5 S (Sambut dengan senyum dan salam didasari semangat melayani untuk member solusi) merupakan acuan dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.   Kali ini RUBRIK Si OMA akan mengupas tuntas Standar pelayanan Publik Balai Besar POM di Denpasar yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan memenuhi Peraturan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2014 Tentang Pedoman Standar Pelayanan.    Apa sih Standar Pelayanan Publik Si OMA : Standar Pelayanan adalah tolok ukur yang dipergunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pelayanan dan acuan penilaian kualitas pelayanan sebagai kewajiban dan janji p...

Sinergi Kuat BBPOM di Denpasar dan Pemkot Denpasar, Percepatan Program Keamanan Pangan Berbasis Komunitas Didukung Penuh

  Balai Besar POM di Denpasar   terus memperkuat komitmennya dalam melindungi masyarakat melalui Pengawasan Obat dan Makanan dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam kegiatan audiensi Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan Berbasis Komunitas yang dilaksanakan pada Selasa, 31 Maret 2026 di Kantor Wali Kota   Denpasar . Audiensi tersebut diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Denpasar,  I Kadek Agus Arya Wibawa , yang didampingi oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), antara lain Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, serta Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kota Denpasar. Dalam kesempatan tersebut, Plt. Kepala BBPOM di Denpasar,  Made Ery Bahari Hantana , memaparkan Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan Berbasis Komunitas yang diinisiasi oleh  Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia . Program...

BBPOM di Denpasar Pastikan Takjil Ramadan di Tabanan Aman Dikonsumsi

  Tabanan – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar kembali menunjukkan komitmennya dalam melindungi masyarakat selama bulan suci Ramadan melalui kegiatan pengawasan bersama dengan lintas sektor Kabupaten Tabanan terhadap pangan buka puasa. Kegiatan pengawasan dilaksanakan pada tanggal 11 Maret 2026 di kawasan Masjid Agung Tabanan yang dipimpin langsung oleh pelaksana tugas Kepala Balai Besar POM di Denpasar, Made Ery B Hantana, menyasar para pedagang takjil yang menjajakan berbagai jenis makanan berbuka puasa. Dalam kegiatan tersebut, petugas BBPOM melakukan pengambilan dan pengujian sampel secara langsung di lapangan, bersama Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tabanan. Sebanyak 24 sampel takjil telah diuji menggunakan metode uji cepat (rapid test) untuk mendeteksi kandungan bahan berbahaya yang dilarang dalam pangan, seperti boraks, formalin, dan pewarna tekstil. Berdasarkan hasil pengujian, seluruh sampel...